‘Ketersediaan infrastruktur Belum Optimal’

Penyediaan infrastruktur di Indonesia masih belum optimal dan sepenuhnya melayani kebutuhan penduduk. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan jaringan jalan eksisting, pemenuhan air bersih, irigasi, maupun infrastruktur lainnya. Tiga indikator yang menjadi acuan pembangunan infrastruktur yakni kebutuhan manusia, jumlah penduduk, serta aktivitas manusia itu sendiri. Demikian diungkapkan Direktur Bina Program dan Kemitraan Kementerian PU Rido Matari Ichwan dalam Talkshow “Peduli Lingkungan, Peduli Tata Ruang” di RRI Pro3 FM Jakarta (2/11).

Ditambahkan Rido, dalam membangun infrastruktur dimulai dari perencanaan tata ruang, penyusunan program, detail desain hingga penetapan biaya. Namun berbicara infrastruktur di Indonesia, merupakan yang paling rendah dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara baik ketersediaan maupun kualitas. Hal ini lebih disebabkan masih adanya ketidakmerataan dalam penyediaan infrastruktur antara wilayah barat dan timur Indonesia.

Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas Deddy Koespramoedyo menambahkan, pendekatan perencanaan infrastruktur harus didasarkan atas kebutuhan dari masing-masing daerah dalam kurun waktu yang telah ditetapkan. Kemudahan dalam penyediaan infrastruktur merupakan aspek utama penarik minat investor. Namun kualitas infrastruktur yang belum optimal dan regulasi yang ada seringkali menyulitkan investor, atau setidaknya membuat investor masih ragu untuk masuk.

Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa alkselerasi pembangunan infrastruktur merupakan hal yang amat mendesak untuk diprioritaskan. Infrastruktur yang memadai akan memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, imbuh Deddy.

Menurut Rido, pembangunan infrastruktur tidak serta merta dilaksanakan tanpa adanya acuan yang jelas. Dalam arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pembangunan baik nasional maupun daerah harus mengacu pada Rencana Tata Ruang (RTR) Wilayahnya.

Selain itu, terkait infrastruktur RTRW merupakan acuan penting karena berfungsi sebagai arahan dan batasan dalam pembangunan dengan mengharmoniskan lingkungan alam dan lingkungan buatan. Selain sebagai arahan dan batasan dalam pembangunan, RTRW daerah juga memiliki peran penting dalam kerangka investasi di daerah.

“Perlu disadari selain pentingnya sinergi rencana pembangunan (RPJP dan RPJM) dengan RTRW, harus ada upaya lain untuk mendorong investasi di suatu daerah. Antara lain kepastian penegakan hukum, kemudahan pembebasan lahan, akses publik yang mudah terhadap dokumen rencana tata ruang, termasuk kreativitas dan inovasi pemerintah daerah untuk mendorong kegiatan investasi di daerahnya,” ujar Rido. (nik)

Sumber : admintaru_031111
http://www.penataanruang.net/detail_b.asp?id=1770

About ilmutatakota

All about city planning science. Sharing knowledge about urban planning to my respectful Tweetizens :) View all posts by ilmutatakota

2 responses to “‘Ketersediaan infrastruktur Belum Optimal’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: